Bab 83 Pertarungan Memperebutkan Murid Utama
Setelah berhasil membunuh tiga Raja Kalajengking, hati Xiao Ning perlahan-lahan menjadi tenang. Namun, semakin ia tenang, semakin ia merasa bahwa situasi saat ini sangat tidak menguntungkan. Saat ini, Sekte Lima Unsur bagaikan berada di ujung tanduk, masa depannya penuh ketidakpastian. Lebih dari itu, Xiao Ning sendiri telah terseret ke dalam badai ini.
Penatua Kesembilan, Dongfang Zhaori, tampaknya adalah mata-mata tertinggi yang disusupkan oleh Sekte Tianhua ke dalam Sekte Lima Unsur. Kini, orang tua itu telah menganggap Xiao Ning sebagai musuh, sebagai penghalang rencananya. Sekalipun Xiao Ning selalu berhati-hati, bukan tidak mungkin ia akan menjadi korban perhitungan Dongfang Zhaori.
“Jika kau ingin menjebakku, maka jangan salahkan aku jika harus mengungkapkan rencana kalian di hadapan semua orang!” Xiao Ning menguatkan hati. Baik demi kepentingan sekte maupun kepentingan pribadi, ia tidak akan membiarkan Dongfang Zhaori dan Sekte Tianhua berhasil.
Setelah membuat keputusan, Xiao Ning tidak lagi berlama-lama. Ia mengumpulkan semua barang berharga dari tiga Raja Kalajengking, lalu melesat menuju Sekte Lima Unsur.
Kini, ia telah mencapai tingkat keenam Ranah Hukum Manusia. Sekalipun harus menghadapi tekanan dari Sekte Tianhua, ia sudah memiliki kemampuan untuk melindungi diri sendiri.
Sekitar setengah bulan kemudian, sosok Xiao Ning kembali muncul di Sekte Lima Unsur. Begitu tiba, yang pertama kali ia lakukan adalah memanggil Mu Yun dan Chen Feng.
Kedua orang ini memiliki dukungan dari para penatua, sehingga kedudukan mereka di sekte cukup istimewa. Jika ada sesuatu yang perlu disampaikan kepada para petinggi sekte, lewat merekalah pesan itu akan lebih mudah sampai.
“Saudara Xiao Ning, bagaimana tugasmu? Kau pergi selama tiga bulan, apakah misi itu sudah selesai?” Mu Yun dan Chen Feng terkejut melihat Xiao Ning kembali, sekaligus ingin tahu hasil perjalanannya.
“Terima kasih atas perhatian kalian. Misi kali ini berjalan cukup lancar. Markas Perampok Gigi Emas telah berhasil aku hancurkan. Pemimpin mereka, Du Gigi Emas, beserta ketiga wakilnya, telah kubunuh,” jawab Xiao Ning seraya tersenyum tipis.
“Itu benar-benar kabar baik! Awalnya kami khawatir kau tidak bisa kembali tepat waktu, rupanya kekhawatiran kami tidak beralasan,” Mu Yun dan Chen Feng menghela napas lega.
“Saudara-saudara, aku baru saja tiba di sekte dan langsung menemui kalian karena ada sesuatu yang ingin kusampaikan. Semoga kalian bisa meneruskan pesanku kepada Penatua Keenam dan Penatua Kedelapan,” ujar Xiao Ning setelah basa-basi seperlunya.
“Oh? Kau ingin menyampaikan apa kepada Penatua Keenam dan Kedelapan? Apakah ini tentang ketidakpuasanmu pada tugas kali ini? Jika benar, tak perlu khawatir. Penatua Keenam dan Kedelapan sudah mengajukan protes ke Balai Tugas atas misi yang diberikan kepadamu,” Mu Yun dan Chen Feng saling tersenyum, mengira telah menebak maksud Xiao Ning.
“Terima kasih atas perhatian kalian, namun bukan itu yang ingin kusampaikan.” Xiao Ning menggeleng pelan.
“Oh? Bukan soal itu? Jadi sebenarnya apa?” Mu Yun dan Chen Feng menatap penasaran.
“Saudara-saudaraku, tahukah kalian, setelah aku membunuh Du Gigi Emas dan ketiga wakilnya, apa yang terjadi selanjutnya?” Xiao Ning belum menjawab langsung, melainkan balik bertanya.
“Ada apa lagi? Jangan-jangan ada yang mencoba membunuhmu?” tanya Mu Yun dan Chen Feng heran.
“Memang benar, ada yang mencoba membunuhku!” Xiao Ning mengangguk membenarkan.
“Apa? Benar-benar ada yang berani menyerangmu? Apakah itu orang suruhan Penatua Kesembilan, atau dia sendiri?” Mu Yun dan Chen Feng nampak tegang.
“Kali ini kalian salah. Bukan orang Penatua Kesembilan, dan tentu bukan dia sendiri. Yang menyerangku adalah tiga Raja Kalajengking dari Istana Kalajengking Langit, cabang dari Sekte Lima Racun: Raja Bintang, Raja Bunga, dan Raja Penguasa,” jawab Xiao Ning dengan tenang.
“Huh, orang-orang Istana Kalajengking memang gila! Bukankah dulu kita juga pernah diserang Kalajengking Raja Racun?” Mu Yun dan Chen Feng tidak terlalu terkejut, melainkan tampak geram.
“Saudara-saudaraku, yang ingin kusampaikan bukanlah sekadar betapa tak masuk akalnya tindakan Istana Kalajengking. Tahukah kalian, apa hubungan antara Istana Kalajengking dengan Perampok Gigi Emas?” Xiao Ning tersenyum getir dan kembali memberi petunjuk.
“Hubungan apa? Jangan-jangan, Perampok Gigi Emas mendapat dukungan Istana Kalajengking?” Mu Yun dan Chen Feng terkejut, jelas tak menyangka bahwa sebuah sekte besar mau-mau saja bersekongkol dengan perampok.
“Kalian benar. Di balik aksi Perampok Gigi Emas, ada dukungan dari Istana Kalajengking. Setelah aku membunuh Du Gigi Emas, aku masuk ke Padang Gurun Xiling, berniat memburu Buaya Baja Emas dan Ular Seribu Racun, tapi malah diserang tiga Raja Kalajengking itu,” ujar Xiao Ning memastikan dugaan mereka.
“Jadi Penatua Kesembilan tahu bahwa di balik Perampok Gigi Emas ada Istana Kalajengking, tapi tetap mengirimmu ke sana? Dia memang sengaja ingin membunuhmu!” Mu Yun dan Chen Feng mulai memahami arah pembicaraan Xiao Ning.
“Masalahnya tidak sesederhana itu. Saat membasmi Perampok Gigi Emas, aku tidak melakukannya sendirian. Aku memancing pertikaian antara mereka dan Geng Seribu Kuda, lalu mengambil kesempatan saat kedua belah pihak kacau. Aku membunuh Du Gigi Emas dan tiga wakilnya saat memakai topeng, jadi identitas asliku tak mungkin diketahui siapa pun. Namun, begitu aku masuk ke Padang Gurun Xiling, ketiga Raja Kalajengking itu muncul secara tiba-tiba. Mereka berkata bahwa seorang penatua dari Sekte Tianhua memberi mereka informasi tentangku, bahwa aku yang membunuh Du Gigi Emas dan tiga wakilnya. Mereka bahkan tahu persis keberadaanku, dan salah satu dari mereka hampir saja berhasil menyerangku secara diam-diam...” Xiao Ning menceritakan segala kejadian yang dialaminya, beserta analisa dan dugaan pribadinya.
“Sekte Tianhua? Mengapa mereka bisa tahu soal ini? Jangan-jangan Penatua Kesembilan atau Huaxiong punya hubungan dengan penatua dari Sekte Tianhua?” Sejak awal misi ini, bayang-bayang Dongfang Lier dan Huaxiong memang selalu ada, sehingga Mu Yun dan Chen Feng langsung mengaitkan keduanya.
“Aku tidak tahu soal Huaxiong, tapi Penatua Kesembilan, Dongfang Zhaori, sangat mencurigakan. Bisa jadi, dia sebenarnya adalah penatua dari Sekte Tianhua!” Kali ini Xiao Ning bicara lebih lugas. Kecurigaannya terhadap Dongfang Zhaori sudah lama ia pendam.
“Kalau memang begitu, masalah ini benar-benar gawat. Kita harus segera menyampaikan ini pada Penatua Keenam dan Kedelapan, agar para petinggi sekte bisa mengambil tindakan!” Mu Yun dan Chen Feng bukan orang bodoh. Mereka langsung menangkap maksud Xiao Ning. Terlepas dari faktor lain, jika yang dikatakan Xiao Ning benar, maka keberadaan Dongfang Zhaori sebagai mata-mata sudah cukup membahayakan. Apalagi selama bertahun-tahun ini, Sekte Tianhua memang selalu berusaha menekan dan mengincar Sekte Lima Unsur.
Jika Penatua Kesembilan benar-benar penatua dari Sekte Tianhua, maka posisi Sekte Lima Unsur semakin berbahaya. Kekuatan Sekte Tianhua sedikit lebih unggul dari Sekte Lima Unsur. Jika ditambah dengan adanya mata-mata Dongfang Zhaori, menelan Sekte Lima Unsur bukanlah perkara sulit.
Apabila Sekte Lima Unsur sampai hancur, nasib Penatua Keenam dan Kedelapan pasti akan buruk, dan otomatis mereka pun akan ikut terseret dalam kehancuran itu. Selama bertahun-tahun, kedua penatua itu memang sering bersaing terang-terangan maupun diam-diam melawan Dongfang Zhaori, sehingga hubungan mereka saling bermusuhan.
“Saudara Xiao Ning, informasi darimu ini sangat berharga bagi Penatua Keenam dan Kedelapan. Kami pasti akan segera menyampaikan masalah ini kepada mereka, semoga saja para petinggi sekte mau memberikan perhatian serius,” ujar Mu Yun dan Chen Feng, telah menyadari betapa genting situasi yang dihadapi.
“Bagus, aku juga berharap bisa membantu sekte menyingkirkan pengkhianat ini!” Xiao Ning tersenyum samar.
“Kami hanya bisa menyampaikan masalah ini. Soal bagaimana sekte akan menanganinya, itu di luar kuasa kami. Oh iya, aku hampir lupa, aku juga ingin menyampaikan sesuatu padamu!” Mu Yun seperti baru teringat sesuatu, lalu berkata kepada Xiao Ning.
“Oh? Saudara Mu Yun, silakan saja,” sahut Xiao Ning. Ia tahu, jika Mu Yun dan Chen Feng ingin bicara, pasti itu juga menyangkut dirinya.
“Begini, sekitar sebulan lalu, ketua sekte tiba-tiba mengeluarkan perintah mendadak. Isinya adalah, pertarungan memperebutkan posisi murid utama akan dipercepat!” jelas Mu Yun.
“Dipercapat? Bagaimana mekanismenya?” Xiao Ning agak terkejut. Ia baru pergi selama tiga bulan, ternyata sekte sudah akan menggelar pertarungan besar lagi.
“Pertarungan memperebutkan murid utama sangat penting bagi Sekte Lima Unsur. Biasanya, kesempatan seperti ini hanya muncul lima tahun sekali. Setiap pertarungan akan melahirkan satu murid utama. Saat ini, sekte kita memiliki tiga murid utama. Bila usia mereka sudah mencapai empat puluh tahun namun belum berhasil menembus tingkat kesembilan Ranah Hukum Manusia, maka status mereka sebagai murid utama akan dicabut dan mereka akan menjadi penatua. Dari tiga murid utama sekarang, yang tertua sudah lebih dari tiga puluh tahun, yang termuda pun sudah di atas dua puluh, namun belum ada yang menembus tingkat kesembilan. Sesuai peraturan, harus dipilih murid utama baru, sampai ada yang berhasil menembus tingkat itu dan berhak menjadi penerus sekte,” jelas Mu Yun.
Umur orang yang telah mencapai tingkat kesembilan di Ranah Hukum Manusia rata-rata bisa dua ratus tahun. Maka, dalam rentang waktu itu, setidaknya harus ada satu orang yang bisa menembus tingkat sembilan sebelum usia empat puluh, sehingga sekte punya harapan besar di masa depan.
“Selain menjadi penerus sekte, apa lagi keuntungan menjadi murid utama?” tanya Xiao Ning. Jabatan penerus sekte memang bagus, tapi bukan itu yang ia cari. Tujuannya jelas, ia ingin menempuh jalannya sendiri dan menjadi lebih kuat.
“Keuntungan terbesar menjadi murid utama adalah mendapat lebih banyak sumber daya latihan. Jika mampu menembus tingkat kesembilan sebelum usia empat puluh, maka berkesempatan menjadi penerus sekte. Selain itu, murid utama berhak mewakili sekte dalam pertarungan di Sekte Lima Roh. Jika tampil luar biasa, bisa langsung diterima masuk ke Sekte Lima Roh!” jelas Mu Yun satu per satu.