Bab 64: Latihan Bersama
“Ini... Kakak Senior Piao Yun, bukankah kau terlalu meniliku tinggi?” Begitu mendengar maksud kakak senior Piao Yun, Xiao Ning langsung melongo.
“Adik Xiao, kau tak perlu buru-buru menolak. Aku yakin sparing di antara kita akan sangat bermanfaat bagi kemajuanmu dalam berlatih. Aku bukan seperti si Elang Emas yang payah itu. Aku bisa jamin, jika kau berlatih bersamaku, kau pasti akan mendapat lebih banyak manfaat dibandingkan waktu kau melawan Elang Emas,” ucap Piao Yun sambil tersenyum.
Xiao Ning mengerutkan kening, ragu-ragu berkata, “Biar kupikir-pikir dulu!”
Xiao Ning tidak langsung mengiyakan. Meski sudah sering mendengar nama kakak senior Piao Yun, ia belum pernah berinteraksi langsung dengannya, jadi ia butuh waktu untuk mempertimbangkan.
“Aku juga tidak memaksamu. Aku beri kau waktu tiga hari. Jika sudah mantap, langsung saja datang ke kediamanku. Ini lokasi tempat tinggalku,” ujar Piao Yun, lalu sebuah bola cahaya berwarna-warni meluncur ke arah Xiao Ning.
Xiao Ning menangkap bola cahaya itu dengan enteng. Begitu benda itu berada di tangannya, ia merasakan tenaga lembut yang mengalir. Awalnya ringan, namun saat sampai di tangan Xiao Ning, energi itu berubah menjadi sangat liar.
“Hm?”
Xiao Ning terkejut, lalu gelombang tenaga lembut kembali terasa di telapak tangannya. Setelah beberapa detik, ia pun berhasil menetralisir kekuatan pada bola cahaya itu.
“Eh? Ternyata kau juga paham tentang jurus lembut! Sepertinya aku memang tidak salah memilih orang!” Piao Yun tampak terkejut melihat Xiao Ning mampu menangkap bola cahaya itu.
Lemparan tadi tampak ringan, namun sesungguhnya mengandung teknik lembut khas jurus Air Surgawi.
Orang biasa yang terkena jurus lembut ini, walaupun tak cedera, pasti bola cahaya itu akan terlepas. Tapi Xiao Ning malah mampu menangkapnya dengan cukup mudah, membuat Piao Yun semakin tertarik padanya.
“Apa sebenarnya ini?” Xiao Ning memperhatikan benda di tangannya dan terkejut, ternyata itu sehelai bulu lima warna.
“Itu bulu warna-warni hasil buatanku, sebuah benda penunjuk arah. Letakkan di telapak tanganmu, ujung bulu itu akan menunjukkan jalan ke kediamanku!” ujar Piao Yun sambil melompat ringan, meninggalkan kediaman Xiao Ning.
Xiao Ning memegang bulu warna-warni itu, termenung. Awalnya ia tak begitu tertarik dengan undangan kakak senior Piao Yun, tetapi cara lawannya melempar bulu barusan membuat hatinya tergoda.
Ia bisa merasakan, Piao Yun sudah sangat menguasai teknik lembut. Jika bisa sparing dengannya, mungkin ia akan memperoleh banyak pemahaman baru.
“Bocah, gadis itu cantik juga, kau tertarik padanya ya?” Saat Xiao Ning masih ragu, suara Tua Gho muncul di telinganya.
Sejak Xiao Ning masuk ke dalam inti Sekte Lima Unsur, Tua Gho jarang bicara, biasanya takut keberadaannya terendus para ahli sekte. Namun hari ini, ia malah muncul sendiri, entah apa niatnya.
“Tua Gho, aku tak seperti kau. Piao Yun itu sangat kuat, teknik lembutnya juga sangat mumpuni. Hanya saja aku belum tahu apa tujuannya, apakah memang ingin sparing seperti katanya, atau ada sangkut paut dengan Tetua Kesembilan. Kalau benar, ini bisa jadi masalah besar untukku!” Xiao Ning tak menggubris candaan Tua Gho.
“Aku rasa dia bukan orangnya Tetua Kesembilan. Gadis itu sangat kuat, menurutku kekuatannya tak kalah dari Tetua Kesembilan, jadi tak mudah bagi Tetua Kesembilan untuk menariknya. Selain itu, selain menguasai teknik lembut murni, kekuatannya mungkin lebih tinggi dari Tetua Kesembilan. Orang seperti ini sangat percaya diri pada kekuatannya sendiri, seharusnya bukan satu kubu dengan Tetua Kesembilan!” Tua Gho memang punya pandangan tajam. Setelah merasakan aura Piao Yun, ia sudah punya kesimpulan sendiri.
“Oh, jadi kekuatan kakak senior Piao Yun sangat hebat? Lalu dibandingkan dirimu saat masih berjaya, siapa yang lebih unggul?” tanya Xiao Ning tiba-tiba.
“Bocah, kau terlalu meremehkanku. Gadis itu baru di puncak tingkat ketujuh Ranah Hukum Manusia, memang tak lemah, tapi jelas bukan tandinganku. Jangan sebut dia, Ketua Sekte Lima Unsur kalian pun bukan lawanku!” Tua Gho menjawab agak ketus.
“Benarkah? Tapi kenapa waktu hidup dulu, penampilanmu kalah jauh dibanding dia?” Xiao Ning dalam hati terkejut, tak menyangka Tua Gho begitu percaya diri hingga meremehkan Ketua Sekte kini. Namun di permukaan, ia malah menggoda Tua Gho.
“……”
Tua Gho terdiam. Kalau soal wajah dibanding gadis muda, jelas ia tak bisa menandingi.
“Aku sudah tahu kau memang gatal, kan? Sekarang jati dirimu terbongkar! Masih mau menyangkal?” Setelah disindir Xiao Ning, Tua Gho tak terima, setelah diam sebentar langsung membalas.
“Kau…”
Kini giliran Xiao Ning yang tak bisa berkata-kata. Mau menyangkal, tapi makin dibantah makin runyam, akhirnya ia memilih diam.
……
Setelah berbincang dengan Tua Gho, kekhawatiran Xiao Ning pun sedikit berkurang. Ia pun memutuskan untuk menemui kakak senior Piao Yun.
Pagi hari ketiga, Xiao Ning menuju kediaman Piao Yun, dipandu oleh bulu warna-warni itu.
Kediaman Piao Yun terletak di atas Puncak Air Roh, tepat di tengah puncak. Energi spiritual di sana jauh lebih pekat dibanding kediaman Xiao Ning.
Dengung…
Begitu Xiao Ning tiba di tempat yang ditunjuk bulu warna-warni, ia langsung memicu penghalang kediaman.
“Aku sudah tahu kau pasti datang!” Begitu penghalang tersentuh, seorang gadis bergaun putih melayang keluar dari kediaman, tentu saja ia adalah Piao Yun yang sebelumnya mengunjungi Xiao Ning.
“Aku sudah tahu tempat ini, bulu warna-warnimu ini ku kembalikan!” Xiao Ning berkata lalu melemparkan bulu warna-warni ke arah Piao Yun.
Melihat bulu itu melayang ke arahnya, Piao Yun sedikit mengernyit, lalu dua jarinya yang putih ramping menjepit bulu itu dengan mantap.
“Dari mana kau belajar teknik lembut ini, Adik Xiao? Sangat menakjubkan!” Meski berhasil menangkap bulu itu, Piao Yun tampak terkejut lagi.
Cara melempar bulu yang dilakukan Xiao Ning memang berbeda, namun kekuatan lembut di dalamnya tak kalah dengan miliknya. Padahal, tingkat kekuatan Piao Yun jauh di atas Xiao Ning, tapi dalam hal teknik lembut, mereka seimbang. Ini cukup membuktikan pemahaman Xiao Ning tentang teknik lembut bahkan melampaui Piao Yun.
Dalam hati Xiao Ning juga terkejut, tak menyangka lawannya bisa begitu mudah menangkap bulu warna-warni yang ia lempar dengan teknik lembut, namun wajahnya tetap tenang. Ia berkata, “Teknik lembut ini aku dapat saat menyeberangi Sungai Longyuan di Padang Gurun Xiling. Saat bertarung dengan ular air, aku jadi paham teknik lembut ini.”
Xiao Ning hanya menceritakan separuh kisah, namun tetap masuk akal. Memang di Sungai Longyuan, ia memperoleh pemahaman tentang teknik lembut melalui kekuatan aliran air.
“Oh? Adik Xiao sungguh berbakat!” Piao Yun tersenyum, jelas ia tidak sepenuhnya percaya pada jawaban Xiao Ning. Kemampuan memahami teknik lembut dengan sendirinya bukan hal yang mudah.
Namun Piao Yun tidak bertanya lebih jauh. Setiap orang punya rahasia sendiri, tak perlu diungkap semuanya. Lagi pula, bagaimana Xiao Ning memperoleh teknik lembut itu tak ada sangkut-pautnya dengannya. Sekarang, tujuannya hanya ingin memanfaatkan pemahaman Xiao Ning tentang teknik lembut untuk mempercepat kemajuan latihannya.
“Kakak Senior Piao Yun memanggilku, bukan untuk menilai bakatku, kan?” Xiao Ning tahu lawannya tak percaya, tapi teknik lembut itu memang ia pelajari sendiri, jadi ia pun tak ingin membahasnya lebih jauh.
“Tentu saja, aku tak sebosan itu. Ayo masuk dulu!” Piao Yun berkata, lalu melambaikan tangan, menghapus penghalang dan mengajak Xiao Ning masuk ke kediamannya.
Begitu masuk, Xiao Ning baru sadar betapa luasnya kediaman Piao Yun dibanding tempat tinggalnya sendiri, dan energi spiritual di dalamnya sangat melimpah. Xiao Ning merasa, sekali hirup napas saja, energi murni sudah memenuhi lautan qi dalam tubuhnya.
“Bagaimana, tempatku jauh lebih baik dari kediamanmu, kan? Tahukah kau, aku harus membayar lima ratus pil Penambah Esensi dan lima ratus pil Pemurni Roh per tahun untuk menyewa tempat ini. Tapi, energi spiritual di sini sangat melimpah. Berlatih dengan menyerap energi alam lebih baik daripada hanya mengandalkan pil!” Ucapan Piao Yun ini seolah mengingatkan Xiao Ning, bahwa pil memang bagus, tapi energi spiritual alam lebih murni untuk berlatih.
“Terima kasih atas nasihatnya, Kakak Senior Piao Yun!” Xiao Ning tidak bodoh, ia paham maksud Piao Yun. Sebenarnya ia juga sudah lama sadar, pil memang membantu, tapi energi hasil latihan lebih murni.
“Baik, tak perlu banyak basa-basi. Ayo ke ruang latihan!” Piao Yun melangkah cepat masuk ke ruang latihannya.
Ruang latihan Piao Yun juga jauh lebih luas dari kediaman Xiao Ning, sangat cocok untuk berlatih.
“Adik Xiao Ning, aku jelaskan sedikit. Aku berlatih jurus Air Surgawi. Inti utamanya adalah teknik lembut. Jadi, aku ingin kau mengerahkan seluruh kemampuan teknik lembutmu melawanku. Aku pun akan menekan kekuatanku setara denganmu. Soal hasil yang kau dapat, itu tergantung pemahamanmu sendiri!” Setelah memperkenalkan diri di ruang latihan, Piao Yun langsung bersiap.
“Silakan, Kakak Senior Piao Yun!” Xiao Ning pun bersiap dan menghunus pedang spiritualnya.
Sret…
Begitu kata-katanya selesai, pedang panjang di tangannya langsung menebas ke arah Piao Yun.
Dentang…
Piao Yun mengayunkan pedangnya dengan santai, tepat menangkis tebasan Xiao Ning.
Lalu, Xiao Ning merasa tubuhnya lemas dan terlempar ke belakang.
Buk!
Tubuh Xiao Ning melayang tujuh-delapan depa, lalu jatuh berat ke tanah.
“Uhuk, uhuk... Inikah yang kau maksud menekan kekuatan setara denganku?” Xiao Ning bangkit, tampak tak puas pada Piao Yun.
“Benar, kekuatanmu sekarang di tingkat kelima Ranah Hukum Manusia. Aku pun menekan kekuatanku di tingkat kelima. Tapi lawan-lawanku jauh lebih hebat dari punyamu, jadi cara pemakaian kekuatanku jauh melampauimu!” ujar Piao Yun datar.