Bab Delapan Belas: Semakin Keras Kepala (Bagian Dua)
Kaisar, para pejabat tinggi yang dekat dengan keluarga kekaisaran, serta mereka yang tidak berhubungan, satu per satu telah berpamitan kepada Liu Yunqing dan meninggalkan tempat itu, hingga yang tersisa hanyalah mereka yang ingin meraih kekuasaan dan kemewahan, serta tamu-tamu undangan pribadi Liu Yunqing sendiri. Jika dihitung-hitung secara saksama, jumlahnya pun mencapai seratusan orang.
Kini, tanpa kehadiran orang-orang yang mengganggu suasana, semua merasa lebih santai. Barulah acara ucapan selamat yang sesungguhnya perlahan-lahan dimulai. Para tamu satu per satu menyerahkan daftar hadiah kepada kepala pelayan, dan memerintahkan orang-orang mereka untuk membawa masuk hadiah-hadiah berharga yang telah lama menunggu di luar. Ada benda-benda langka yang sulit dicari meski dengan harga tinggi, juga lukisan-lukisan mahakarya dari para maestro legendaris. Jika di gerbang utama tadi, apa yang mereka persembahkan hanyalah sekadar untuk mengaburkan pandangan kaisar, kini jelas para pejabat itu benar-benar mengeluarkan modal besar.
Liu Yunqing sendiri tidak pernah menganggap dirinya pejabat bersih yang sepenuhnya menjunjung integritas. Meski tidak serakah, ia selalu cakap dalam urusan timbal balik hadiah seperti ini. Jika orang hendak memberi, masa iya ia harus menolak dan membuat tamunya tersinggung? Ia tetap menerima semuanya, tanpa peduli siapa saja yang melihatnya di aula utama.
"Pelayan! Bawa semua hadiah yang diterima hari ini ke kamar Nona. Karena semua hadiah ini diterima berkat ulang tahun Yiyi, maka semuanya harus diserahkan kepada Yiyi," ujar Liu Yunqing. Ucapan ini mengejutkan semua yang hadir.
Seorang anak kecil saja, bagaimana mungkin bisa menikmati begitu banyak harta karun dan benda berharga? Bukankah hanya akan rusak atau sia-sia? Atau mungkin Liu Yunqing memang sama sekali tidak menganggap penting barang-barang mahal yang mereka berikan? Untuk sesaat, para tamu dibuat bingung dan tidak tahu apa maksud Liu Yunqing, apalagi dalam daftar hadiah ada pula gadis-gadis cantik yang didatangkan dari seluruh negeri.
Melihat beragam ekspresi para tamu, Liu Yunqing yang duduk di kursi utama hanya mengejek dingin. Apa yang ia rencanakan? Semua ini hanyalah wujud kasih sayangnya pada Yiyi. Pesta hari ini tidak hanya untuk merayakan ulang tahun Yiyi, tapi juga untuk melihat dengan jelas siapa-siapa saja yang benar-benar berpihak padanya setelah berpaling dari kekaisaran.
Dapat dilihat, para tamu yang datang ini semua berpangkat tinggi dan membawa hadiah-hadiah mewah. Liu Yunqing pun kini semakin tahu siapa saja yang selama ini membangun relasi dengannya di istana. Melihat ruangan penuh orang dan kekayaan, Liu Yunqing merasa sangat puas.
Namun, satu-satunya hal yang membuatnya gusar hari ini adalah sikap Liu Yiyi, anak kecil yang tidak tahu diuntung ini, yang dengan terang-terangan membuatnya malu di depan banyak orang! Entah selama ini, dengan segala makanan dan minuman enak yang diberikan padanya, hati anak itu ada di mana. Ternyata hanya membesarkan serigala berbulu domba.
Duduk di kursi utama tanpa berkata apa-apa, Liu Yunqing hanya melirik dengan tajam pada tumpukan hadiah yang sedang dibawa pelayan ke kamar Liu Yiyi. Ia juga melirik dingin pada Mo Yi, yang tampak terkejut dan tidak tahu harus berbuat apa. Dalam hati, ia bertanya-tanya, sejak ia mempercayakan Yiyi pada Mo Yi, entah apa saja yang telah diajarkan Mo Yi pada anak itu, sampai-sampai Yiyi begitu takut pada dirinya.
Seolah sedang bersikap keras kepala, semakin Yiyi takut padanya, semakin Liu Yunqing ingin memanjakan anak itu. Ia ingin memberi segalanya, membiarkan Yiyi tumbuh semaunya, dan jika suatu saat ia bertindak di luar batas, Liu Yunqing akan selalu ada untuk menanggung segalanya. Ia ingin Yiyi tahu, di dunia ini, tanpa dirinya, Yiyi bukanlah siapa-siapa.
Dengan tekad bulat, bukan hanya semua barang berharga hari ini yang akan dikirim ke kamar Yiyi, ke depannya pun tidak akan ada satu pun harta yang tak bisa dimiliki Yiyi. Bahkan jika Yiyi menginginkan bulan di langit, Liu Yunqing rela melukis telaga es dan memberikannya pada sang anak...