Jilid Satu Bab 38 Mengajari Warga Desa Mengenali Jamur Beracun
Lin memang sudah mahir membuat kue. Sore itu ia memanggang lagi beberapa kue kastanye dan mengukus beberapa potong bolu kastanye.
“Qiaoqiao, menurutmu, kalau Ibu menjual semua ini, kira-kira bisa mendapat berapa keping perak?” tanya Lin sambil membawa kue-kue itu ke hadapan putrinya.
Su Qiaoqiao berpikir sejenak. “Ibu, jangan terburu-buru. Saat ini di rumah kita belum ada oven, jadi jenis kue yang bisa dibuat masih terbatas. Setelah aku selesai membuat oven, barulah kita pergi mencari rumah makan untuk membicarakan kerja sama.”
Su Qiaoqiao yakin, dengan pemahamannya tentang kue-kue modern ditambah keterampilan Lin, mereka pasti bisa menjualnya dengan harga yang lumayan.
Untuk sementara, Su Qiaoqiao memutuskan memberikan sebagian kue itu kepada Bibi Zhang.
Belakangan ini Bibi Zhang sering membantu keluarganya mengurus berbagai hal. Putra bungsu Bibi Zhang masih kecil, dan kue berbahan kastanye lebih mudah dicerna, sehingga cocok untuknya.
Baru saja membawa kue keluar dari rumah, Su Qiaoqiao berpapasan dengan Bibi Zhang.
“Bibi, kebetulan aku hendak mencarimu,” ujar Su Qiaoqiao sambil segera menghampirinya.
Namun, Bibi Zhang dengan wajah cemas langsung meraih tangan Su Qiaoqiao. “Qiaoqiao, cepat ikut Bibi!”
Su Qiaoqiao masih kebingungan ketika Bibi Zhang menariknya ke depan rumah salah seorang warga desa.
“Qiaoqiao, putri bungsu keluarga Paman Qian sekarang pingsan dan belum sadar. Hari ini aku kebetulan melihat keadaannya, persis seperti keadaan putraku setelah memakan jamur waktu itu. Aku khawatir dia juga keracunan.”
“Keluarga Paman Qian sedang kesulitan. Mereka tidak punya uang untuk mengobati putri bungsu mereka, jadi Bibi teringat kepadamu.” Saat berkata demikian, wajah Bibi Zhang tampak agak merasa bersalah. “Qiaoqiao, Bibi tidak merepotkanmu, kan?”
Tadi ia terlalu cemas. Bahkan sebelum menjelaskan semuanya, ia langsung menarik Su Qiaoqiao ke sana. Baru sekarang ia menyadari hal itu.
Begitu mendengar bahwa masalahnya kembali menimpa seorang anak, Su Qiaoqiao tidak sempat memikirkan yang lain. Ia segera menyelip di antara kerumunan. “Paman Qian, biarkan aku memeriksa anak itu.”
Di depan rumah keluarga Qian, Qian Laosan memeluk putri bungsunya dengan panik. Mendengar suara Su Qiaoqiao, ia mengangkat kepala menatapnya. Matanya pun memerah.
Istri Qian Laosan buru-buru mengambil anak itu dari pelukan suaminya, lalu menyerahkannya kepada Su Qiaoqiao. “Qiaoqiao, aku sudah mendengar dari Bibi Zhang bahwa kau punya kemampuan. Cepat periksa putri kami, Sanya! Kalau kau berhasil menyembuhkannya, kau akan menjadi penolong seluruh keluarga kami. Kalau tidak berhasil, tidak apa-apa, aku tidak akan menyalahkanmu.”
Su Qiaoqiao mengiyakan, lalu menerima Sanya ke dalam pelukannya. Setelah memeriksanya dengan saksama, ia mendapati bahwa anak itu memang keracunan makanan.
“Bibi, apakah Sanya tadi memakan sesuatu?” tanya Su Qiaoqiao.
Sebelum keluarga Qian sempat menjawab, Bibi Zhang segera membantu menjelaskan, “Qiaoqiao, aku sudah bertanya. Sanya juga memakan jamur. Mungkinkah dia keracunan jamur?”
Su Qiaoqiao mengangguk, lalu menggunakan cara yang sama seperti sebelumnya untuk membuat Sanya memuntahkan isi perutnya.
Melihat putri kecil mereka kesakitan, keluarga Qian sama sekali tidak berani merebutnya dari tangan Su Qiaoqiao. Mereka hanya bisa menahan air mata sambil menunggu di samping.
Sebelum mengajak Su Qiaoqiao datang, Bibi Zhang sudah menjelaskan kepada mereka bahwa cara Su Qiaoqiao mengobati orang agak berbeda dari kebanyakan tabib. Meskipun tampak berbahaya, sebenarnya cara itu dilakukan untuk menyelamatkan nyawa. Kini nyawa putri mereka berada di ujung tanduk, dan hanya Su Qiaoqiao yang mampu menyelamatkannya.
Untunglah, seperempat jam kemudian, Sanya berhasil memuntahkan semua yang telah dimakannya dan akhirnya membuka mata.
“Sudah sadar! Sudah sadar!”
Qian Laosan dengan penuh kegembiraan mengambil putrinya, lalu langsung berlutut bersama istrinya di hadapan Su Qiaoqiao.
“Qiaoqiao, kaulah penolong keluarga kami!”
Su Qiaoqiao buru-buru maju untuk membantu mereka berdiri. “Paman Qian, Bibi, tidak perlu sampai seperti ini.”
Bibi Zhang juga ikut membujuk mereka. “Benar, Qiaoqiao itu anak yang baik. Kalau kalian memang ingin berterima kasih, belakangan ini Qiaoqiao sedang mengumpulkan kastanye. Bantu dia memetik lebih banyak kastanye. Anggap saja itu sebagai biaya pengobatan Sanya.”
Barulah pasangan suami istri dari keluarga Qian bangkit sambil mengucapkan terima kasih berkali-kali. Mereka kembali berkata, “Bagaimana mungkin hanya memetik kastanye cukup sebagai balasan? Qiaoqiao, kalau kelak kau membutuhkan bantuan, datang saja ke rumah kami dan katakan. Paman dan Bibi pasti akan berusaha sekuat tenaga! Mengenai biaya pengobatan, setelah hasil panen keluarga kami terjual, kami pasti akan membayarnya.”
Su Qiaoqiao menggeleng. “Paman, Bibi, Bibi Zhang seharusnya sudah memberi tahu kalian bahwa sebagian besar obat di rumahku dipetik dari pegunungan dan tidak bernilai mahal. Namun, kalau kelak kalian membutuhkan bantuan, aku tidak akan sungkan meminta pertolongan.”
Setelah berkata demikian, ia menyerahkan keranjang berisi kue kastanye dan bolu kastanye kepada Bibi Zhang. “Bibi, ikutlah pulang bersamaku. Setelah aku merebus obatnya, aku masih perlu meminta bantuan Bibi untuk mengantarkannya kepada Sanya.”
Dalam perjalanan pulang, Su Qiaoqiao diam-diam melirik ruang di dalam gelang keberuntungannya. Benar saja, setelah menyelamatkan Sanya, ruang itu kembali bertambah luas. Kini luasnya kira-kira mencapai lima meter persegi, dan kabut di sekelilingnya pun tampak sedikit menipis.
Jika tebakannya benar, ruang di dalam gelang keberuntungan itu akan perlahan meluas sesuai dengan jumlah orang yang berhasil ia obati dan selamatkan.
Namun, kejadian anak-anak desa yang berulang kali keracunan karena memakan jamur tetap melekat di benaknya.
Tampaknya pengetahuan warga desa tentang jamur masih belum menyeluruh. Ia harus memikirkan cara untuk memberikan penjelasan kepada mereka, agar kejadian serupa tidak terulang lagi.
Sesampainya di rumah, Su Qiaoqiao merebus obat untuk Sanya. Setelah itu, ia menyerahkan mangkuk obat kepada Bibi Zhang dan berkata, “Bibi, aku masih ingin meminta bantuan.”
Bibi Zhang segera mengangguk. “Qiaoqiao, katakan saja.”
Su Qiaoqiao pun berkata, “Aku ingin meminta Bibi menemui kepala desa. Minta agar setiap keluarga yang memiliki anak mengirimkan satu orang ke sini. Aku ingin mengajari mereka cara mengenali jamur beracun.”
Bibi Zhang mengangguk berkali-kali. “Qiaoqiao, ini perbuatan yang sangat baik! Bibi akan mengantarkan obat untuk Sanya lebih dahulu, setelah itu langsung menemui kepala desa.”
Setelah Bibi Zhang pergi, Su Qiaoqiao juga tidak tinggal diam.
Ia mendaki gunung dan memetik satu contoh dari setiap jenis jamur yang dapat ditemukannya. Ketika kembali ke halaman rumah, kepala desa sudah membawa sekelompok warga ke sana. Lin pun sibuk menyambut mereka bersama ketiga anaknya.
“Bu, benarkah Qiaoqiao bisa mengenali jamur beracun?”
“Aku juga mendengarnya. Putra kecil keluarga Zhang diselamatkan oleh Qiaoqiao waktu itu, dan sekarang Sanya juga berhasil diselamatkannya. Ternyata Qiaoqiao memang punya kemampuan.”
“Tetapi, mana mungkin ada begitu banyak jamur beracun di gunung? Selama ini kita hanya memakan beberapa jenis. Bukankah semuanya baik-baik saja?”
Saat para warga sedang berdiskusi, Bibi Zhang melihat Su Qiaoqiao di dekat pintu halaman. Ia segera menariknya mendekat.
“Qiaoqiao, akhirnya kau pulang juga. Semua keluarga di desa yang memiliki anak sudah datang. Cepat jelaskan kepada mereka.”
Su Qiaoqiao tidak banyak bicara. Ia meminta Lin membawa adik-adiknya kembali ke kamar, lalu langsung menata satu per satu jamur yang baru dipetiknya dari gunung di atas tanah. Setelah itu, ia memanggil semua orang untuk mendekat.
“Coba kalian lihat. Apakah kalian mengenali semua jamur ini?”
Jamur yang dipetik Su Qiaoqiao berjumlah lebih dari sepuluh jenis. Para warga maju satu per satu untuk mengenalinya, tetapi paling banyak mereka hanya mampu membedakan empat atau lima jenis.
Setelah seluruh warga selesai memeriksa semuanya, kepala desa berinisiatif bertanya, “Qiaoqiao, di antara jamur-jamur ini, mana yang beracun dan mana yang tidak? Ada beberapa jamur yang bentuknya mirip. Bagaimana cara membedakannya?”