Bab 47: Penyerapan
"Krek!"
Pelindung cahaya itu hancur berkeping-keping. Energi dahsyat yang tadinya terkumpul di dalamnya meledak keluar, memicu gelombang kejut yang hebat.
Lin Yang mengerahkan perisai Dou Qi untuk menahan hantaman energi tersebut. Sepasang Sayap Awan Ungu di punggungnya bergetar hebat, menerjang terpaan angin kencang, dan terus melesat menuju pilar cahaya berwarna darah itu.
Hanya dalam beberapa detik, ia sudah tiba tepat di depan pilar cahaya merah yang membumbung tinggi ke langit.
"Para raja binatang buas ini benar-benar kejam. Di antara monster-monster yang dikorbankan dalam ritual darah ini, pasti ada beberapa monster tingkat lima. Monster tingkat seperti itu tidak dimiliki dalam jumlah banyak oleh setiap raja binatang."
Melihat bayangan jiwa-jiwa monster yang kuat bergejolak dan mengaum di dalam pilar cahaya darah tersebut, Lin Yang tidak dapat menahan diri untuk tidak bergumam dalam hati.
Namun, Lin Yang sama sekali tidak merasa ada yang salah dengan tindakan para raja binatang buas ini.
Jika mengorbankan banyak monster dalam ritual darah benar-benar bisa mendatangkan Api Surgawi, Lin Yang sendiri pasti akan mengacungkan pedang pembantai kepada semua monster yang bisa ia bunuh.
Tidak perlu ada keraguan sedikit pun. Jika diri sendiri tidak cukup kuat, kelak yang akan mati dibunuh begitu saja, persis seperti monster-monster yang dikorbankan ini, adalah dirinya sendiri.
"Hah..."
"Mari kita mulai."
Lin Yang menarik napas dalam-dalam, bergumam pelan di dalam hati. Ia mengangkat kedua lengannya dan perlahan mendekatkan telapak tangannya ke pilar cahaya berwarna darah tersebut.
"Api Ilusi, gilirannya kau beraksi."
Sebelum telapak tangannya menyentuh pilar cahaya darah, Lin Yang membatin dalam hatinya.
Teknik rahasia yang ia sebutkan sebelumnya sebenarnya hanyalah karangan belaka untuk didengar oleh Jia Xingtian dan yang lainnya. Pada kenyataannya, ia tetap harus mengandalkan Api Ilusi yang berada di dalam tubuhnya.
Sesaat setelah ilusi Api Roh Sejuta Binatang muncul, Api Ilusi telah mengirimkan sebuah pesan kepadanya——"Kombinasi antara yang ilusi dan nyata, saling melengkapi sumbernya, wujudkan Api Roh Sejuta Binatang yang sesungguhnya!"
Api Ilusi akan menyerap purwarupa Api Roh Sejuta Binatang ini, serta energi darah dan jiwa monster dari korban ritual darah para raja binatang buas, untuk membentuk Api Roh Sejuta Binatang yang sejati.
Jika mengikuti metode ritual darah para raja binatang buas ini, paling-paling yang terbentuk hanyalah Api Roh Sejuta Binatang—Versi Cacat. Pada akhirnya, api cacat tersebut akan runtuh dengan sendirinya dan lenyap di antara langit dan bumi.
Saat menerima pesan ini, suasana hati Lin Yang jauh lebih tenang. Bagaimanapun, sebelumnya Api Ilusi tidak menunjukkan tanda-tanda apa pun, dan ia sempat mengira mereka bertiga akan pulang dengan tangan hancur.
Berbagai macam pikiran berkelebat di benaknya, namun di dunia nyata hanya sekejap mata yang berlalu. Kedua telapak tangan Lin Yang akhirnya menembus energi yang berhamburan liar dan menyentuh pilar cahaya berwarna darah tersebut.
"Bum——"
Suara gemuruh bergempa. Di dalam tubuh Lin Yang, Api Ilusi yang mewakili Api Roh Sejuta Binatang membumbung tinggi, dan berbagai macam raungan monster bergema di dalam benaknya.
Energi berwarna darah merambat keluar dan menyelimuti permukaan tubuh Lin Yang. Segera setelah itu, daya sedot yang sangat ganas tiba-tiba meledak keluar dari dalam tubuhnya.
Pada saat yang sama, seiring dengan daya sedot di dalam tubuh Lin Yang yang semakin menguat, pilar energi darah yang membumbung ke langit itu seolah-olah dicegat, dan dorongannya yang melesat ke angkasa seketika terhenti.
Wilayah yang dipenuhi dengan energi merah darah ini seketika menjadi kacau balau. Energi darah yang pekat dan kental mengalir melalui telapak tangan Lin Yang yang bersentuhan dengan pilar cahaya, dan terus-menerus merangsek masuk ke dalam tubuh Lin Yang.
Dengan energi sebesar itu, tubuh Lin Yang sama sekali tidak akan mampu menahannya. Untungnya, kekuatan Api Ilusi di dalam tubuhnya merambat keluar dan membangun jalur energi di dalam tubuh Lin Yang.
Energi yang bergejolak itu menerobos masuk ke telapak tangan Lin Yang, mengalir mengikuti jalur energi menuju Dantian, dan membanjiri Api Ilusi yang merepresentasikan Api Roh Sejuta Binatang.
"Cih..."
"Manusia, kalian yang juga datang demi Api Roh Sejuta Binatang, untuk apa malah menghancurkannya!"
"Raja Ular, tidak baik tidak fokus di medan pertempuran, ya! Rasakan Telapak Pemusnah Api dariku!"
Di langit tinggi di kejauhan, desisan ular tiba-tiba terdengar, disusul oleh suara Fama yang tidak serius. Lin Yang menoleh untuk melihat ke sana.
Pertempuran sengit di sana sedang berada di puncaknya. Suara gemuruh terus menerus bergempa, dan seluruh langit diwarnai oleh berbagai macam warna akibat energi yang terpancar dari pertarungan antara tiga puncak Dou Huang dan lima raja binatang buas.
Tampak Fama saat ini berada di posisi paling dekat darinya, sedang mengerahkan perisai Dou Qi untuk mencegat serangan yang melesat ke arah Lin Yang.
Pada saat yang sama, Fama mengangkat tangannya, melancarkan jejak telapak tangan energi berwarna merah tua yang besar, dan menghantamkannya ke tubuh ular raksasa yang bersuara tadi. Kulit ular itu seketika robek dan berdarah, dengan percikan darah berwarna keemasan pucat yang berhamburan bagaikan titik-titik air hujan.
Meskipun Jia Xingtian bertiga semuanya berada di puncak Dou Huang, masih cukup sulit untuk menahan kelima Raja Huang Binatang Buas sekaligus tanpa sama sekali berdampak pada Lin Yang yang jaraknya begitu dekat.
Kelima raja binatang buas itu kerap kali berhasil menembus pertahanan ketiganya dan melancarkan serangan energi penuh amarah ke arah Lin Yang.
Hal ini memaksa Jia Xingtian menyuruh Fama keluar dari arena pertempuran untuk sementara waktu guna berjaga di samping, sekaligus mencegat serangan yang mengarah ke Lin Yang, sementara ia dan Yunshan menahan gempuran kelima raja binatang buas di garis depan.
"Kau bilang aku menghancurkan Api Roh Sejuta Binatang? Sungguh lelucon besar!"
Mendengar hal itu, Lin Yang masih membiarkan kedua tangannya menempel erat pada pilar cahaya darah, membiarkan Api Ilusi di dalam tubuhnya menarik dan menyerap energi yang dahsyat. Ia menoleh dan melanjutkan perkataannya:
"Kalian benar-benar berpikir bisa menciptakan Api Surgawi hanya dengan metode ritual darah yang kasar seperti itu?"
"Jika bukan karena kedatangan ku, dengan metode kalian itu, sumber Api Roh Sejuta Binatang yang kalian dapatkan pada akhirnya pasti akan tercemar oleh ritual darah kalian! Menyia-nyiakan purwarupa Api Roh Sejuta Binatang ini saja!"
Kata-kata tenang Lin Yang terucap bersamaan dengan aliran Dou Qi, dan bergema di antara langit dan bumi.
Mendengar itu, tubuh beberapa raja binatang buas itu sempat tertegun sejenak, sepertinya mereka diliputi keraguan. Jia Xingtian dan yang lainnya seketika menangkap peluang itu; Dou Qi di dalam tubuh mereka bergejolak dan beberapa teknik bertempur langsung dilancarkan.
"Tinju Pemecah Gunung!"
"Batas Angin: Pembunuhan Meteor!"
"Telapak Penghancur Api!"
Bum! Bum! Bum!
Tiga suara ledakan beruntun terdengar. Kelima raja binatang buas itu terpental mundur sejauh ratusan meter secara bersamaan, dan hampir saja jatuh tersungkur ke tanah.
"Hmph! Kau pikir kau ini siapa, dasar cacing tanah yang bisa kubunuh dengan sebelah tangan! Beraninya kau mencerca Raja ini, sombong sekali!"
Raja Beruang Darah Merah menerima hantaman telak dari serangan penuh tenaga Jia Xingtian di tubuhnya, meninggalkan lubang berdarah, namun ia masih sempat membalas perkataan Lin Yang.
"Aura mu ini sangat familiar. Aku sempat merasakannya di Pegunungan Monster. Kalau saja aku tidak terikat situasi saat itu, aku pasti sudah melumatmu hingga mati! Kalau dipikir-pikir sekarang, justru meninggalkan masalah sebesar ini!"
Di sisi Raja Beruang Darah Merah, Raja Ular Sanca Bersisik Api tingkat enam bersuara, dengan nada yang sarat akan niat membunuh.
Dulu, ketika Lin Yang sedang berlatih di dalam Pegunungan Monster, Raja Ular Sanca Bersisik Api, yang mengandalkan persepsi amat kuat kaum ular, telah lama menyadari keberadaan manusia ini.
Hanya saja, saat itu adalah saat-saat krusial dari ritual darah, di mana keenam raja binatang buas harus berkumpul untuk mengumpulkan energi darah dan jiwa monster yang terpencar, demi mencegah fenomena langit yang aneh meluas keluar dari Pegunungan Monster dan menarik perhatian para ahli manusia, sehingga mereka tidak bisa meluangkan waktu untuk membunuh Lin Yang.
Mendengar hal itu, Lin Yang juga sempat merasa ngeri di dalam hatinya. Ia tidak menyangka ada raja binatang buas tingkat enam yang mengawasinya saat itu, namun ia langsung membuang pikiran tersebut jauh-jauh dan berkata sambil tertawa terbahak-bahak:
"Hahaha, kalau begitu aku benar-benar beruntung, atau mungkin memang takdir yang menginginkan agar aku menyelamatkan purwarupa Api Roh Sejuta Binatang yang berharga ini! Agar tidak dirusak oleh kalian!"
"Cih, membunuhmu sekarang pun belum terlambat!"
Kemarahan Raja Ular Sanca Bersisik Api semakin membuncah, ia meraung penuh amarah.
Setelah itu, ia tampak berkoordinasi dengan para monster tingkat tinggi lainnya, dan kembali menerjang ke arah Yunshan dan Jia Xingtian.