Bab 153: Permintaanmu Ini Tidak Bisa Kutolak
Yang Yiru menarik Yuan Yuan, menatap Su Chen, dan berkata, "Aku percaya padanya."
Su Chen tertegun sejenak. Ia menatap Yang Yiru, dan Yang Yiru juga balas menatapnya. Cukup lama mereka terdiam sebelum akhirnya Yang Yiru berbalik seolah tak ingin membahas topik itu lagi, lalu pergi membereskan pakaiannya dari koper.
Namun, tepat saat Yang Yiru berbalik, Su Chen bersuara, "Itu memang namaku saat di Negara M. Aku pernah tinggal di sana sebelumnya."
Yuan Yuan mengangguk, lalu duduk di sebuah sofa dengan sikap siap mendengarkan Su Chen bercerita.
Su Chen pun melangkah mendekat dan duduk di sebuah kursi, mengeluarkan sebungkus rokok dan menyalakannya, lalu mulai berkata, "Aku ini cuma seorang buruh."
Yuan Yuan tidak percaya. "Kalau cuma buruh, bagaimana bisa masuk ke Las Vegas?"
Kedua mata Su Chen berbinar, ia menatap Yang Yiru dan berkata, "Masih ingat saat kubilang aku pernah menjadi pemagang di Las Vegas?"
Yang Yiru mengangguk.
Yuan Yuan bertanya lagi, "Tapi kenapa kau sampai dimasukkan ke daftar hitam oleh Las Vegas?"
"Ada ya?" Su Chen benar-benar tidak tahu soal itu, ia bergumam, "Keparat-keparat itu, kapan-kapan akan kuacak-acak lagi kasino mereka."
Yuan Yuan mengangguk. "Aku menyelidikinya sendiri. Kudengar waktu itu taruhanmu sangat besar, hampir membuat seluruh kasino di Las Vegas merugi. Karena kejadian itu pula kasino-kasino Asia di Makau mulai bangkit dan berani menyaingi gelar kasino nomor satu milik Las Vegas."
Su Chen tertawa terbahak-bahak. "Sebenarnya taruhannya tidak begitu besar, paling-paling hanya beberapa puluh miliar."
"Puluhan miliar?" Kedua wanita itu berseru kaget secara bersamaan. "Itu masih dibilang tidak besar? Kalau begitu, harus dalam bentuk dolar baru dianggap besar?"
Su Chen terbatuk kecil. "Yang kumainkan memang dolar."
Kedua wanita itu saling berpandangan, menyadari kebodohan masing-masing dari mata satu sama lain. Mereka lupa bahwa tempat itu berada di Negara M, yang tentunya menggunakan mata dolar. Saking kagetnya, mereka sampai tidak bisa berpikir jernih. Keduanya berdehem untuk menutupi rasa canggung akibat kekonyolan tersebut.
Yang Yiru mencebikkan bibir. "Dari mana kau dapat uang sebanyak itu?"
Su Chen mengangkat bahu. "Bukankah sudah kubilang kalau aku sebenarnya punya sedikit uang?"
Yuan Yuan tidak sabar memikirkan hal itu dan buru-buru bertanya, "Lalu? Menang atau kalah? Kudengar para master judi kelas dunia bersiaga di Las Vegas, sehebat apa mereka? Apa benar tatapan mata mereka bisa berbicara seperti di film-film?"
Su Chen terbatuk kecil. "Kau terlalu banyak berimajinasi. Tentu saja hasilnya aku yang menang, kalau tidak, bagaimana mungkin mereka memasukkanku ke daftar hitam. Lagi pula, para master yang kau sebutkan itu sama sekali tidak ada apa-apanya."
Kedua mata Yuan Yuan menyipit. "Begitu ya, jadi kau sangat percaya diri dengan kemampuan judimu?"
Su Chen mendengus sombong sambil menyilangkan kakinya. Yuan Yuan bertanya lagi, "Kalau begitu, apakah kau bisa membaca kartu? Kudengar para master itu bisa melihat tembus kartu atau dadu di dalam kotak."
Su Chen mencibir. "Tidak sampai separah itu. Para master yang merasa hebat di sana paling-paling hanya pandai memperhitungkan kartu. Dibandingkan orang biasa, keunggulan mereka adalah daya ingat yang kuat, mental baja, dan karena sudah lama berjudi, mereka sangat ahli membaca aktivitas psikologis lawan. Sedangkan untuk dadu, mereka mengandalkannya pada pendengaran, bukan pengelihatan. Kalau soal melihat tembus kartu, itu sama sekali tidak mungkin. Sekarang bahkan teknologi canggih pun tidak bisa melakukannya, apalagi manusia. Tapi aku memang sesekali bisa melihat tembus kartu, begitu juga dengan dadu yang kau sebutkan tadi."
Yuan Yuan merasa pria ini sedang membual besar, dengan cuek dan beraninya ia menunjuk ke arah dadanya sendiri sambil berkata, "Kalau begitu, bisakah kau melihat pakaian dalam warna apa yang kukenakan di dalam?"
Mulut Su Chen ternganga lebar, merasa geli sekaligus serba salah. "Permintaanmu ini keterlaluan sekali... tapi aku tidak bisa menolaknya."
Kemudian Su Chen menyipitkan matanya dan langsung menebak, "Merah muda!"
Wajah Yuan Yuan berubah sesaat, lalu ia mendengus. "Salah! Yiru benar, kau ini memang suka membual. Sudahlah, tidak usah dibahas lagi. Kita kembali ke topik tadi, pada akhirnya berapa banyak uang yang berhasil kau menangkan dari mereka?"
Su Chen berpikir sejenak. "Aku agak lupa. Jika digabungkan dari tiga kasino beserta berbagai aset dan saham kasino yang mereka jaminkan, sepertinya lebih dari seratus miliar dolar."
"Seratus... miliar?" Mulut kedua wanita itu mendadak kelu. "Kau yakin tidak sedang bermimpi melihat uang kertas ritual?"
Su Chen memutar bola matanya. "Uang sebanyak itu memangnya dianggap banyak?"
"Heh, memangnya dianggap banyak?" Yuan Yuan tertawa hambar, lalu menatap Su Chen dengan ekspresi seolah ingin membunuhnya. "Uang sebanyak itu sudah cukup untuk membuatmu meniduri seluruh wanita di bumi, masih kau bilang tidak banyak?"
Ucapan wanita ini terlalu liar dan blak-blakan. Yang Yiru merasa malu dan menjaga jarak darinya, seolah berdiri dekat dengannya adalah sebuah keaiban. Ia buru-buru bertanya kepada Su Chen, "Tadi kau bilang dirimu hanya seorang pemagang, dari mana kau bisa punya begitu banyak uang?"
"Eh..." Su Chen berpikir sejenak, lalu buru-buru mengarang cerita untuk mengelak. "Sebenarnya aku ingin dipromosikan menjadi dealer karena gajinya tinggi. Tapi aturan tentang teknik membagikan kartu bagi seorang dealer sangat ketat, terutama dealer senior yang harus mempelajari teknik judi. Sebenarnya para dealer di kasino ini bukanlah orang sembarangan, banyak kombinasi kartu yang bisa mereka kendalikan sendiri. Kurasa keahlianku sudah cukup bagus, tapi aku menyinggung atasanku sehingga aku dipecat. Aku tidak terima, lalu setiap hari pergi ke kasino untuk berjudi. Aku menang terus setiap hari, lama-lama uangku semakin terkumpul banyak, ya sudah, sekalian saja aku merobohkan tempat usaha mereka."
Mendengar itu, meskipun terasa sedikit tidak masuk akal, Yang Yiru tetap memilih mempercayainya. Ia lalu bertanya lagi, "Lalu, bagaimana dengan uang-uang itu?"
Su Chen melanjutkan bualannya. "Mereka tidak mau mengakuinya, dan pada akhirnya memberiku sedikit uang pesangon untuk mengusirku pergi. Aku diusir secara paksa, nasibku sangat mengenaskan. Kau juga tahu, bagiku sebagai orang asing yang ingin memenangkan begitu banyak uang di wilayah orang lain, bisa selamat tanpa kehilangan nyawa saja sudah untung. Untungnya aku mengenal seorang polisi yang melindungiku, dan pada akhirnya aku mendapatkan puluhan juta sebagai kompensasi. Lagipula kasino besar itu punya nama baik yang dijaga, mereka tidak ingin memperburuk keadaan."
"Kalau kau sudah punya banyak uang, kenapa masih pulang ke negeri dan melamar pekerjaan sebagai pengawal?" tanya Yang Yiru.
Pikiran Su Chen berputar cepat mencari alasan, lalu ia menjawab, "Bukankah sudah kubilang aku punya seorang adik angkat?"
"Maksudmu gadis yang datang menemuimu hari itu?" Yang Yiru teringat pada sosok Ailing.
"Ya, benar, dia. Karena aku seorang anak yatim piatu, aku memiliki kepedulian tersendiri terhadap anak-anak. Kudengar dia punya panti asuhan sendiri di luar negeri, jadi kusebarkan dan kuseumbangkan uang itu kepadanya," jawab Su Chen. Di luar negeri, ia memang masih mengelola banyak panti asuhan yang diurus oleh orang lain.
Yang Yiru mengangguk, merasa semua penjelasan itu masuk akal. Setelah itu, ia melihat Yuan Yuan terus menutupi dadanya dengan sebelah tangan dan tangan lainnya menutupi bagian bawah tubuhnya, sambil berkata kepada Su Chen, "Kalau begitu, keluarlah dulu. Kami berdua sudah bertahun-tahun tidak bertemu dan punya banyak hal yang ingin dibicarakan."
Su Chen mengangguk, lalu melangkah keluar kamar tamu dan menutup pintunya.
Barulah setelah itu Yang Yiru bertanya kepada Yuan Yuan, "Ada apa denganmu? Kenapa tanganmu menutupi dada, dan tangan yang satu lagi menutupi bagian bawah?"
Yuan Yuan tiba-tiba menjerit, lalu merengek dengan nada putus asa, "Keparat ini, apakah dia hanya menebak atau benar-benar bisa melihat pakaian dalamku?"
Yang Yiru membelalakkan mata. "Mana mungkin?"
Yuan Yuan menarik kerah bajunya, memperlihatkan pakaian dalam berwarna merah muda yang ia kenakan di baliknya!