Bab 106 Ditemukan
Liao Yan membalas pelukannya dengan erat, namun tetap membisu. Keduanya berpelukan di pinggir jalan untuk waktu yang cukup lama. Li Dan kemudian berkata kepadanya, "Ayo, kita pulang sekarang. Keluargamu dan keluargaku sedang mencarimu, Yan."
Liao Yan tidak lagi bersuara, pun tidak memberontak. Ia mengangguk patuh dan mengikuti Li Dan masuk ke dalam mobil. Begitu mereka berada di dalam, Li Dan segera menghubungi keluarganya serta keluarga Liao untuk mengabarkan bahwa Yan telah ditemukan.
Nyonya Besar Li menghela napas lega setelah menerima kabar tersebut, begitu pula dengan Li Sisi. Di sisi lain, Nyonya Besar Liao yang mendengar bahwa cucunya dalam keadaan selamat tanpa luka sedikit pun, akhirnya bisa merasa tenang. Ia terus bergumam penuh syukur, "Terima kasih Tuhan, terima kasih Tuhan, akhirnya dia ditemukan."
Setelah menutup telepon, Li Dan berniat langsung membawa Liao Yan ke rumahnya sendiri. Keluarga Wang sudah datang secara pribadi untuk memberikan penjelasan, dan Wang Li pun telah menyangkal adanya hubungan istimewa antara dirinya dan Liao Yan. Li Dan bertekad untuk membawa Liao Yan pulang, terlepas dari apa pun pendapat keluarganya.
Namun, saat mobil melaju, Liao Yan yang semula duduk tenang menyadari bahwa arah jalan yang diambil terasa asing. Ia segera bertanya kepada Li Dan, "Mau ke mana kita?"
Tanpa berpikir panjang, Li Dan menjawab, "Aku membawamu ke rumahku."
Liao Yan seketika mencengkeram tangan Li Dan dan berkata dengan air mata berlinang, "Li Dan! Keluargamu pasti... mereka pasti mengira aku memiliki hubungan dengan Wang Li. Jika kau membawaku kembali sekarang, apa yang akan mereka pikirkan?"
Di mata Li Dan, mereka berdua tumbuh besar bersama dan tidak pernah terpisahkan. Baginya, meski ada kesalahpahaman terkait peristiwa ini, keluarganya tidak mungkin benar-benar membenci Liao Yan. Semua akan baik-baik saja selama salah paham tersebut diluruskan.
Li Dan mengabaikan keberatannya dan berkata, "Tidak akan. Wang Li sudah datang menjelaskan semuanya. Yan, ikutlah pulang bersamaku sekarang. Nenek dan yang lainnya tidak akan salah paham padamu."
Liao Yan merasa ketakutan dan tetap menolak. Ia menarik tangan Li Dan sambil berkata, "Tidak bisa, Li Dan. Pertunangan kita sudah dibatalkan. Mustahil keluargamu bisa menerimaku kembali."
Namun, Li Dan bergeming. Ia tidak sependapat, "Mengapa tidak bisa? Kejadian itu hanyalah sebuah kesalahpahaman. Setelah semuanya jelas, kita tetap bisa menikah."
Ia tidak peduli dengan kerumitan yang ada; ia hanya ingin membawa Liao Yan pulang saat itu juga. Maka, tanpa memedulikan penolakan Liao Yan, Li Dan membawanya kembali ke kediaman keluarga Li.
Di sisi lain, setelah mengetahui bahwa Liao Yan dibawa pulang ke rumah Li, Liao Zhenghe yang selama beberapa hari terakhir tidak berhasil menemukan putrinya, segera bergegas pergi ke sana bersama Li Shuxian.
Begitu Li Dan tiba di rumah, keberadaannya pun segera diketahui oleh Li Juran yang kebetulan sedang berada di rumah. Saat Li Dan menuntun Liao Yan turun dari mobil dan memasuki ruang tamu, Li Juran sudah berada di sana. Nyonya Besar Li juga bergegas keluar. Melihat ayahnya, Li Dan menyapa, "Ayah!"
Liao Yan pun seketika terdiam saat melihat sosok pria itu. Li Juran berdiri tegak memandang Liao Yan yang ditarik oleh Li Dan. Dengan latar belakang militer yang kental, pembawaan Li Juran sangat berwibawa dan tegas. Liao Yan segera menundukkan kepala, berdiri mematung dalam ketegangan, lalu menyapa dengan suara pelan, "Paman Juran."
Li Juran tidak melontarkan komentar apa pun soal tindakan Li Dan yang membawa pulang Liao Yan. Ia hanya mengerutkan kening dan berkata, "Syukurlah kalau dia baik-baik saja."
Nyonya Besar Li yang berada di sampingnya sempat ingin melangkah maju, namun akhirnya urung. Liao Yan masih berdiri dengan kepala tertunduk, tampak seperti seseorang yang baru saja melakukan kesalahan besar. Biasanya, Liao Yan merasa sangat nyaman di rumah ini, seolah berada di rumah sendiri, namun kali ini ia tampak begitu canggung.
Li Dan menarik Liao Yan mendekat ke hadapan ayahnya, "Ayah, kejadian itu hanyalah salah paham. Aku dan Liao Yan..."
Sebelum ia sempat menyelesaikan kalimatnya, suara mobil Liao Zhenghe terdengar. Liao Yan menoleh dengan wajah pucat pasi, dipenuhi rasa takut yang luar biasa. Li Juran memahami apa yang hendak dikatakan putranya, namun ia tetap mengerutkan dahi dan memotong, "Ayah Liao Yan sudah datang. Kita bicarakan ini nanti saja."
Setelah itu, Li Juran melangkah keluar untuk menyambut ayah Liao Yan. Liao Yan tidak berani ikut keluar, ia hanya bisa bersembunyi di sisi Li Dan. Li Dan sendiri terus menatap ke arah pintu luar.
Begitu turun dari mobil dan melihat Li Juran, Liao Zhenghe segera menyapa, "Juran, ternyata kau ada di rumah."
Setelah berbasa-basi sejenak dengan Li Juran, pandangan Liao Zhenghe segera tertuju pada sosok Liao Yan yang berdiri di ruang tengah.